Wadahi 35 Riset Dosen dan Mahasiswa, Gelaran Kontemporer SENAKOMBIS 2026 Berikan Solusi Nyata Bagi Ketahanan Bangsa
Magetan, 4 JULI 2026 – Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Sangihe bekerja sama dengan CV ODIS Olahdata Integra Solusindo dan Yayasan Kharisma Venti Rahmawati sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Ekonomi dan Manajemen Bisnis (2nd SENAKOMBIS 2026). Gelaran tahunan yang didukung penuh oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Pasundan (UNPAS) Bandung, Universitas Terbuka (UT), serta Universitas Muara Bungo Jambi ini mengangkat tema besar: “Transformasi Ekonomi dan Bisnis Berkelanjutan di Era Digital untuk Mewujudkan Ketahanan Nasional”.

Acara bergengsi ini dibuka dan diresmikan secara langsung oleh Ketua ISEI Cabang Sangihe, Bapak Djuraidj Rumiki, S.E., M.Si. Dalam sambutan pembukaannya, beliau mengapresiasi kolaborasi lintas institusi yang terjalin dalam menyelenggarakan seminar ini sebagai langkah strategis untuk merespons dinamika ekonomi kontemporer, sekaligus menjadi wadah hilirisasi pemikiran kritis dari daerah hingga skala nasional.
Seminar nasional ini menjadi wadah krusial bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk merumuskan cetak biru keselamatan bangsa di tengah dinamika dunia tahun 2026 yang kian terfragmentasi akibat gejolak geopolitik di Eropa Timur dan Timur Tengah, fragmentasi moneter global (de-dollarization), hingga disrupsi teknologi Artificial Intelligence (AI). Kondisi makro tersebut telah memicu efek domino langsung ke jantung ekonomi domestik berupa ancaman inflasi pangan (agflation) dan tingginya volatilitas nilai tukar.

Prof. Dr. H. Jaja Suteja, S.E., M.Si., CFRM, DBA (Ketua Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Pascasarjana UNPAS) dalam pemaparannya menegaskan bahwa dunia kini berada di era “Ekonomi Entropi” yang serba terhubung sekaligus sangat rapuh. Ia menyerukan urgensi perombakan total arsitektur logistik dari model lama Just-in-Time menjadi Just-in-Case yang berbasis pemetaan multi-tier real-time dan sensor AI. “Transformasi digital adalah perisai pertahanan terhadap polikrisis. Namun, kedaulatan digital adalah harga mati yang harus diproteksi dengan Zero-Trust Architecture demi mengamankan infrastruktur kritis nasional,” ungkapnya.

Dari sektor hulu dan ketahanan pangan, Peneliti Ahli Utama BRIN, Prof. Dr. Mohammad Mulyadi, AP., M.Si, menyoroti pentingnya perlindungan terhadap petani pedesaan sebagai penyumbang 14% PDB nasional. Ia merekomendasikan dilakukannya reformasi radikal terhadap regulasi agraris melalui empat dimensi utama: penguatan asuransi pertanian, pembukaan akses pembiayaan murah, eksekusi reforma agraria yang adil bagi petani kecil, serta pengendalian kebijakan impor demi menegakkan kedaulatan pangan domestik.

Sementara itu, penguatan ekonomi mikro di sektor hilir dipaparkan oleh Etty Puji Lestari dari Universitas Terbuka. Mengingat UMKM menguasai lebih dari 61% PDB dan menyerap 97% tenaga kerja nasional, ia merumuskan enam pilar transformasi UMKM Naik Kelas di era AI. UMKM masa kini dituntut adaptif memanfaatkan instrumen digital secara terintegrasi—mulai dari asuransi produktivitas berbasis AI, perluasan pasar via marketplace, standardisasi transaksi nontunai (QRIS), peningkatan literasi keuangan, hingga pengambilan keputusan berbasis data (Data-Driven Decision Making), bukan lagi mengandalkan intuisi.

Menutup rangkaian gagasan pembicara utama, Indriayu Afriana (Kepala Divisi Transformasi Digital & PMO BPKH RI sekaligus Wakil Ketua Bidang I Pengurus Pusat ISEI) mengingatkan bahwa di tengah dunia yang rapuh dan penuh kecemasan (Brittle, Anxious, Nonlinear, Incomprehensible – BANI), faktor penentu ketangguhan bangsa yang paling utama terletak pada manusianya. Melalui pendekatan Astagatra dan Model 5A (Aware, Accept, Adapt, Apply, Advance), Indriayu menegaskan, “Bukan teknologi yang menentukan masa depan, melainkan manusia yang memanfaatkannya dengan karakter, integritas moral, visi berkelanjutan, serta komitmen pada tata kelola yang transparan dan akuntabel.”



Hilal Akademis: Pemaparan 35 Makalah Penelitian Sinergi pemikiran akademis dalam seminar ini semakin diperkuat pasca-sesi pemaparan para pembicara utama. Melalui sesi paralel yang dinamis, sebanyak 35 makalah dan artikel ilmiah hasil penelitian kolaboratif dari para dosen serta mahasiswa dipaparkan secara komprehensif. Artikel-artikel penelitian tersebut menyajikan berbagai sudut pandang mutakhir, analisis empiris, serta inovasi taktis di bidang ekonomi konvensional, manajemen strategis, akuntansi digital, hingga model bisnis berkelanjutan yang siap diaplikasikan pada dunia industri dan kebijakan publik.
Rekomendasi Kebijakan SENAKOMBIS 2026 Sebagai output konkret, 2nd SENAKOMBIS 2026 menghasilkan sejumlah rekomendasi kebijakan strategis yang ditujukan bagi tiga pilar pemangku kepentingan nasional:
- Pemerintah / Regulator: Didorong untuk segera melakukan revisi terhadap UU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani dengan memasukkan klausul asuransi mikro yang kuat dan penataan distribusi lahan, sekaligus memperketat regulasi kedaulatan data nasional.
- Sektor Usaha & UMKM: Diimbau untuk mengakselerasi adopsi alat bantu AI, meningkatkan literasi keuangan digital, memanfaatkan pembayaran nontunai (QRIS), serta mengubah sistem pengambilan keputusan dari berbasis intuisi menjadi berbasis data (Data-Driven).
- Akademisi & Lembaga Pendidikan: Diharapkan mampu memperbarui kurikulum ekonomi dan bisnis dengan mengintegrasikan keahlian teknologi secara mendalam (AI, Big Data, Analitik) tanpa mereduksi esensi pendidikan karakter, etika kepemimpinan, dan kesadaran lingkungan (ESG).
Melalui penyelenggaraan 2nd SENAKOMBIS 2026, para mitra penyelenggara berharap kompilasi solusi strategis serta puluhan hasil riset dosen dan mahasiswa ini dapat menjadi referensi nyata dalam merajut sinergi hulu-hilir demi membangun Indonesia yang Anti-Fragile dan tangguh di era digital.
